“All single ladies, now put your hands up in the air!”

Kalau dengar atau baca tulisan “single ladies” langsung ada irama lagu Beyonce :

“All the single ladies, now put your hands up in the air !”

But today, we won’t talk only for ladies, but for everybody who is single.

 

Kemarin malam, saya berbincang-bincang dengan dua sobat saya yang cantik dan kebetulan sedang tidak memiliki pacar.

Salah satu dari mereka bercerita bahwa tetangganya menitipkan banyak barang dirumahnya dan tidak mau mengambilnya sejak 8 bulan yang lalu. Rumahnya pun jadi penuh dengan barang yang bukan miliknya. Ia pun akhirnya mengutarakan keberatannya kepada tetangganya tersebut. Tetangganya dengan gamblang berujar “Ih, rumah sendiri, tinggal sendiri, masih sendiri pula, masak dititipin barang aja gak mau?”

Lantas saya jadi berpikir, apakah status ‘single’ menjadikan seseorang tidak berhak untuk mendapatkan ‘privelege‘ yang sama dengan yang ‘tidak single’ ?

Seperti kasus tadi, keistimewaan untuk hidup, menikmati rumah sendiri, tinggal sendiri… dan berhak berkata “ini rumah saya, meski saya tinggal sendiri, tetap saya punya hak mengatur barang-barang apa saja yang mau saya taruh dirumah”

 

Saya ingat saat saya masih sendiri, tinggal dirumah sendiri dan kemana-mana sendiri.

Semua mengatakan “Santai saja, pasti nanti akan ada pasangan untukmu, tenang saja”.

Saya merasa,

Apakah status single adalah status transisi sebelum mendapat pasangan ?

Apakah menjadi single adalah sesuatu yang harus segera diakhiri ?

Tidak dapatkah status single menjadi sebuah status lanjutan yang menggembirakan karena telah mengakhiri masa berpasangan yang menyakitkan ?

Apakah menjadi single sebuah kemorosotan status ?

 

Well, setidaknya opini saya ini memang didukung oleh pembuat kartu ucapan diseluruh dunia…

Hampir semua kartu ucapan diisi dengan :

“Selamat menempuh hidup baru”

“Selamat atas kelahiran anak anda”

“Selamat mendapat pekerjaan”

“Selamat ulang tahun pernikahan” dan sebagainya, dan sebagainyaaaa…

 

Ya, tidak pernah ada kartu ucapan berbunyi ”

“Selamat atas putusnya anda dengan si A, karena ia memang bukan The Right Man !”

“Congratulation to be a single lady again, the world is waiting for your cheers!”

“Happy single ! πŸ™‚ Life is great when you are single!”

 

Sayangnya, setiap ucapan selamat dan selebrasi bukan untuk sesuatu yang “sendiri” atau kehilangan, tetapi mendapatkan sesuatu.

Padahal,

menjadi single juga mendapatkan sesuatu, mendapatkan kembali diri kita utuh karena tidak lagi dengan pasangan yang kurang tepat.

That’s a celebration of life !

 

Tentu saja, semua orang pasti ingin berpasangan tetapi jika belum berpasangan juga, bukan berarti itu hal yang memalukan.

Ya, it’s heavy but who will celebrate your life other than yourself ?

Do we only celebrate our life after getting married ? having a children ?

Wow, jadi sebelum mendapat pasangan, kita tidak berhak untuk merayakan kehidupan kita yang bebas dari orang yang menyebalkan ?

 

I won’t talk about “Someday you will meet someone, if…..”

I want to say that Being Single isn’t a sin. Being Single is a celebration of owning your life back !

Menjadi single bukan berarti “I’m complicated then I’m single”

Menjadi single berarti “I’m free of a baggage” – “Saya bebas dari beban orang yang saya ragu melanjutkan ke tahap selanjutnya”

 

In every status you have, either single or in-a-relationship, it’s a celebration of life…

Every status is about ‘getting something’, that’s why it’s called “status”… It’s staten, tertulis.

Tertulis karena mendapatkan sesuatu.

Sendiri, belum kawin, it’s not about alone and lonely, it’s about you are having yourself back on track !!

Cheers !! To all single men and ladies… Your life is special !

 

Xoxo, Sekar Nareswari (…was a single lady)

 

Advertisements

11 thoughts on ““All single ladies, now put your hands up in the air!”

  1. yusrizalihya says:

    saya belum menikah, tapi memiliki wanita yang moga2 bisa jd calon istri.Hehe
    Sekarang kami LDR. Dan tak masalah, karena saya tetap bisa menikmati hidup saya. Bahkan saya merasa nyaman dengan LDR ini, memiliki hubungan dengan seseorang, tapi tetap bisa menikmati kehidupan saya sendiri. Teman wanita saya itu pun memberikan kebebasan pada saya. Saya bisa melakukan berbagai hal yg saya suka dengan bebas. Bergaul dengan berbagai macam karakter teman. Melakukan ini itu sesuai dengan keinginan saya.

    Single itu memang pilihan. Dan jika belum menemukan wanita yg tepat seperti sekarang ini, saya pun akan tenang saja menjadi single. πŸ˜€

    Like

  2. Olen says:

    I once said to a friend, “Selamat ya udah jadi duda!” The marriage was simply not working, and separated was the best way. My friend is happier now.

    Like

  3. Ika _ ikonk says:

    Mbak Sekar thank you so much πŸ˜‚ aq smpt terharu saat membacanya soale lg pas bgt dan suasana sdg melow sekali ini 😒😒😒

    Like

  4. Ika _ ikonk says:

    Waaaa mb Sekarrr thank you so muchhh πŸ˜‚πŸ˜™ u know me so welll 😒smpt trharu mmbcanya soale lg melow jg ki 😭

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s