(Extra) Ordinary is still Ordinary.

Beberapa hari ini saya tersadar bahwa banyak sekali kalimat-kalimat motivasi, buku-buku pendukung emosi, pembicara dan pelatih kesuksesan yang berteriak bersama-sama tentang “How to be on TOP”, “bagaimana memiliki uang banyak, kaya raya”, “menjadi orang hebat, tidak biasa-biasa saja.”

Beberapa kali saya berjumpa dengan beberapa pelatih dan pembicara kesuksesan. Kami berbincang-bincang, hmm tepatnya mereka berbicara, saya mendengarkan… hehehe. 

Inti pembicaraan sebenarnya hanya satu, sukses itu seperti yang saya utarakan ini loh… kaya, penghasilan sekian, hebat, prestasi dimana-mana… 

Yah, pantesss… makanya dari tadi saya merasa bahwa ia memandang saya tidak sukses… Hehehe. Saya tidak memenuhi syarat sukses menurut dia… 

 

Tapi saya jadi berpikir lagi, 

Bagaimana mungkin kita berbicara tentang sukses bila kita menganggap hidup orang lain tidak sukses ?

Bagaimana mungkin kita mengajak orang lain menjadi luar biasa bila kita memandang orang lain biasa saja ?

 

Suatu kali, saya berjumpa dengan sosok seleb twitter yang benar-benar terkenal… Ah, kalau saya sebut namanya semua juga tahu… followernya nambah terus tanpa dia harus melakukan twitter pencitraan. 

Saat berjumpa, rasanya itu ademmm…

Bukannya cerita mengenai dirinya sendiri, kami bisa ngobrol panjang lebar tentang apa saja… Ia tidak menganggap saya hebat, Ia juga tidak menghebatkan dirinya sendiri. 

Saya benar-benar salut dengan mentalitas rendah hatinya. 

Saya jadi merasa (extra) ordinary saat orang lain benar-benar menganggap saya ordinary dengan tulus dan happy menerima saya apa adanya. Bagi saya, Ia pun tetap ordinary yang menjadi (extra) ordinary karena menerima dirinya yang biasa saja. 

(Extra) ordinary is still ordinary… It’s just ordinary with an extra… 

Kita bisa menambahkan extra tersebut dengan bermacam-macam cara, tidak harus dengan kesuksesan uang atau posisi.

Bisa juga extra itu happy, rendah hati, bisa main musik, berkarya dengan tulisan, bekerja dengan sepenuh hati, menjadi ibu rumah tangga yang tulus untuk keluarga dan buah hati, menjadi teman yang setia, dan sebagainya.

The bottomline… kita tetap ordinary but with an extra ! 🙂

That’s an (extra) ordinary for me. 

How could you become extraordinary when you are never be happy to be ordinary?

Let’s have fun with our ordinary life… Happy go Lucky !!

Advertisements

3 thoughts on “(Extra) Ordinary is still Ordinary.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s