Think Simple, Think Local !

Sebelum tulisan ini, saya menulis tentang bagaimana twitter sangat menarik hati saya. Sekarang saya akan mengulas salah satu acara komunitas yang saya hadiri, yaitu Roti Fresh bekerjasama dengan http://tseljatengdiy.comย yang mengangkat tema : Mobile Content.

You want to know what was the first time in my mind when I saw the topic ? I don’t have any idea !

Saya psikolog, karir saya dibidang pengembangan karir dan konsultan SDM. Tema mobile content sangat jauh dari pengetahuan saya…

Saya hadir karena saya memang ingin tahu apa sih sebenarnya mobile content, no matter how difficult my brain works on that subject.

Tetapi, dugaan saya salah total.

Jangankan bekerja keras, otak saya malah rileks sekali saat mendengarkan tuturan 2 narasumber malam itu yaitu mas Sony (https://twitter.com/jbdkDIY)ย seorang developer dan om Deddy yang populer dengan @IdBerry (http://diodinodilly.com)

Menurut saya, kesuksesan seorang pembicara dapat diukur dari kemampuannya membuat orang yang awam dengan materinya, memahami dengan mudah. Bagi saya, topiknya sangat sukar dipahami…namun mereka berdua dapat membawakan dengan sederhana dan mendalam sehingga otak saya dapat dengan mudah mencerna topik : mobile content.

Saya baru saja mengetahui bahwa pembuat mobile content mengenai wayang…www.anakule.com adalah orang Belanda, bukan orang Indonesia.

Mengapa bukan orang Indonesia ?

We never know for sure…but Indonesian people are known best in technique.. not yet in developing the content.

How come ? Most of the people are busy to develop the technique without asking advise from another major’

Kecenderungan yang terjadi adalah komunitas terbentuk berdasar 1 bidang subjek saja… Designer mobile content kumpul sendiri, Developer kumpul sendiri… Padahal kesuksesan sebuah hasil terletak dari kolaborasi banyak skill… dan sebuah mobile content dapat dijangkau oleh banyak pihak karena peran publisher !

Yes !! That’s what the missing link… Everyone needs Everybody.. That’s where the great result comes..because it builds from many skills.

Jika orang-orang pilihan dari berbagai keahlian berkumpul, it’s great… resultnya bisa lebih ok…

Tapi…ternyata…ada satu kebiasaan lagi nih…

People are busy to think globally than think localy. Kita sebagai orang lokal, dari Semarang, biasanya sibuk berpikir bagaimana membuat sebuah proyek yang dapat diterima secara nasional. Lah, kita orang Semarang… tetapi memaksa kreatifitas kita untuk menghasilkan sesuatu yang mengena untuk seluruh Indonesia termasuk Semarang, Jakarta, Surabaya dan sebagainya. Kenapa tidak membuat suatu hal yang berisi tentang daerah kita sendiri dapat diaplikasikan dengan mudah serta tampilan yang menarik.

Om Deddy bilang.. lebih baik “Think Simple, Think Local”. Kenapa ?

Karena hanya kita yang tahu daerah kita sendiri, mengapa harus buat suatu hal yang kita tidak tahu ? Think Simple, Think Local.

Lebih baik membuat content yang kita memang tahu isinya, tahu betul segmentasinya, tahu betul budayanya.. tahu betul apa yang sebaiknya ditampilkan… ๐Ÿ™‚ Ya, think local !

Be Simple… karena pengguna juga tidak menyukai sesuatu yang ribet. Semakin sederhana, semakin mudah aksesnya..semakin menarik tampilannya maka pengguna akan semakin tertarik untuk mengetahui lebih lanjut. (Think of Angry Bird games)

Sebenarnya tulisan saya ini bisa diaplikasikan untuk semua bidang… tidak hanya untuk designer, developer dan publisher..

At the end, kita bukan superman yang dapat berpikir dan berkarya di segala bidang… We need other people skill. ๐Ÿ™‚

Dan… jika bukan kita yang mempromosikan konten lokal kita, siapa lagi ?

Berkarya untuk bangsa tidaklah harus ikut NGO… ๐Ÿ™‚ Tetapi juga bisa berkarya dengan sumber daya dari tempat kita tinggal dan bekerja Oh ya, saya menang ‘live tweet’ di acara tersebut.. mendapat kaos dari Tsel dan voucher ! Horeeee !! ๐Ÿ™‚ Thanks a bunch !

LIFE IS FUN !! ๐Ÿ™‚ HAPPY GO LUCKY !!

Advertisements

6 thoughts on “Think Simple, Think Local !

  1. Nuril Basri (@nurilkaka) says:

    yep, what i think about semarang people, they love their turf sooo much (OOT). anehnya gak kayak tangerang dan daerah yg aku tinggali sekarang… kota kota jawa tengah itu sepertinya bener2 merengkuh diri sendiri ya? (mereka bahkan punya tembalang.com dan ada twitter info semarang) how cool… people are sooo in touch.
    (just my opinion, though, bener ga si?)

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s