We act like what we feel…not like what we think !

Beberapa waktu lalu, saya memberikan pelatihan mengenai team building. Pelatihan kali ini dihadiri oleh 6 orang peserta yang memiliki kompetensi komunikasi yang tidak diragukan lagi. Pekerjaan mengharuskan mereka untuk berhadapan dengan banyak orang dan mereka terbiasa untuk tampil ramah dan menarik hati.

Mereka terbiasa untuk melakukan segala sesuatunya berdasarkan apa yang mereka pikirkan hingga mereka lupa bahwa apa yang mereka tampilkan adalah apa yang mereka rasakan.

Pernahkah melihat seseorang tersenyum dengan sangat palsu ?

Pernahkah merasa bahwa teman anda sebenarnya tidaklah terlalu memperhatikan perasaan anda ?

Pernahkan kita merasa bahwa orang-orang disekeliling kita sebenarnya bermaksud tidak baik, padahal mereka tersenyum ramah ?

Aha !

Kita seringkali sangat percaya diri dengan apa yang kita pikirkan hingga merasa bahwa apa yang kita tampilkan adalah apa yang kita pikirkan. :-) Namun, apa yang anda rasakan sebenarnya pusat dari apa yang ingin anda tampilkan. Percaya deh, kalau ingin ramah tapi cuman dari otak aja, capekkkk kan lama-lama senyumnya… Kalau menyemangati diri, “semangat” “semangat!!” tapi dari otak saja, hatinya sih gak semangat…yah jalan tetap saja bungkuk… gak semangat.

Don’t trust your brain too much.. kadangkala itu hanya ilusi sementara. Otak akan memaksa anda untuk meyakini perkataannya.. bisa, bertahan hanya sejam (mungkin) lama-lama capek… karena emosi dan hati tidak setuju. :-)

You act like what you feel… :-)

Seringkali saya ditanya oleh teman “mbak, saya gak pede, pengen pede nih”

Yah, kalau secara emosional kita merasa tidak pede.. yah just accept it,  gak usah mencari-cari perasaan yang memang tidak ada. Saya bilang “kamu harus percaya diri, kamu pinter, dll…”  Ya, tetap saja tidak akan mengubah perasaannya..wong tidak ada.

Biasanya saya akan berkata “masih banyak emosi positif dan menyenangkan yang kamu miliki… jika tidak pede tidak masalah.. emosi positif apa nih yang kamu rasakan ?, ah.. pasti ada. Kamu merasa ramah ? Teman banyak kan ? “

Nah, masih banyak emosi positif yang bisa tergali dari satu peristiwa saja…

Kita konflik dengan pacar = emosi negatif, tetapi kita punya pacar yang sayang dengan kita, yah toh salah kita juga konflik ini = emosi positif. :-)

 

Bagaimanapun..saat kita melihat orang lain, kita akan melihat apa yang tampak dimata, bukan apa yang ada didalam pikirannya. Kita bukan paranormal..

Masalahnya… saat kita memiliki emosi negatif..rasanya cuman emosi itu saja yang ada didalam hati ? Hmm.. setiap waktu, setiap saat.. kita memiliki beragam emosi didalam hati. Saat kita sedih karena tidak bisa menyelesaikan tugas, pasti ada emosi positif yang menyertai seperti “eh meski gak bisa mengerjakan tugas, saya masih punya teman-teman yang mau bantu saya”. Bisa timbul deh emosi merasa diterima. :-)

Seringkali kita lupa untuk menerima bahwa kita masih bisa bersyukur meski kita sedang sedih. Ini yang seringkali membuat kita ingin membohongi emosi kita.

Kita sedih, lalu kita berpikir (pakai otak) Gak boleh sedih, gak boleh sedih ! Tapi hatinya tetap saja sedih… ya munculnya sedih. Kalau kita berusaha untuk merasakan dengan jeli apa saja yang kita rasakan dan apa yang ingin kita tampilkan.. mungkin bisa berbeda…

Saya sedih karena gak punya uang, perasaan saya sedih, tapi ada juga perasaan gak papa, beberapa hari lagi dapat gaji. Horee !! (please ini dirasakan, bukan dipikirkan)… Kalau perasaan Horeee ! tadi bener-bener dirasakan.. hasilnya perilaku kita akan berbeda.

Gak percaya ?

Coba deh…duduk lalu bungkukkan badan…. condong kedepan.. perasaan apa nih yang paling nyaman dirasakan ? Gak semangat.. males, ngantuk.. tentu saja bukan HOREEE happy !! :-)

Lalu, coba duduk tegak, perut ditekan… nah, bisa gak memiliki perasaan gak semangat, males dan ngantuk ? Gak bisa kan…. Paling nyaman, pengennya senyum dan semangat kan… :-)

Nah… Itulah.. We act like what we feel !! :-)

Jadi, never lie to your heart dan jangan berpikir untuk merasakan sesuatu yang tidak ada.. tetapi secara jujur merasakan secara positif pada apapun yg sedang terjadi. :-) Everything has to 2 sides of point of view.. like a coin.

A heart will give you many options of emotions… it’s up to us.. ingin menampilkan yang mana..yang pasti apa yang kita tampilkan itu berasal dari apa yang kita rasakan..bukan dari yang kita pikirkan. :-)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s