Talk about others ? It can be GOOD !

Kemarin malam, saya berjumpa dengan beberapa teman saya. Mereka berasal dari berbagai profesi dan komunitas. Tetapi kami memiliki beberapa teman yang sama. Percakapan sangat menyenangkan seputar kehidupan sehari-hari hingga salah seorang teman menyeletuk “Eh, kamu tahu gak cerita si B dan I”.

Lah…

Sontak seketika komentar yang muncul adalah “lah… gak mau gosip ah.”

Lalu, sebuah peristiwa unik terjadi. Sebelum kalimat tersebut diucapkan, perbincangan kami sangatlah akrab tanpa ada kalimat membicarakan orang lain. Sesudah kalimat tersebut terucap…mendadak kesunyian melanda yang artinya.. sebenarnya kami ingin tahu berita apa sih antara si B dan I, namun kami tidak ingin membicarakan mereka. Aha !!

Seperti mendapatkan ruang untuk melakukan sesuatu yang tabu tetapi mengasyikkan..tetapi tabu. Duh, susah ya. Lalu salah seorang teman saya berujar “hmm, si B cerita sama aku”…mungkin untuk memecahkan keheningan.

Lalu akhirnya saya dan beberapa teman lain “cerita saja apa yang terjadi?”

Singkat kata, ternyata ada beberapa teman yang telah tahu cerita antara si I dan si B.

Tidak, saya tidak ingin berbicara bahwa sesudahnya kami dengan akrab dan lugas membicarakan mereka. Tidak.

Apa yang terjadi sesudahnya benar-benar membuat saya salut.

Kami semua disana benar-benar tidak ingin membicarakan keburukan orang lain dan tetap mengungkapkan pendapat secara obyekfit.

Sulit ? Sangat sulit. Karena saat kita membicarakan orang lain, pasti kita ingin mengeluarkan opini subyektif yang kadang berasal dari penilaian negatif orang lain yang kadang kita akui kebenarannya tanpa menilik pasti kebenarannya.

Susah dipahami ?

Begini, seringkali…

1. Untuk menjadi bagian dari suatu kelompok percakapan, kita akan mengakui opini teman kita hanya untuk dianggap menjadi bagian dari percakapan

2. Untuk menjadikan suatu percakapan tetap menarik, kita akan membawa nama orang lain yang tidak ada disana yang kemungkinan memberikan kontribusi informasi (entah baik atau buruk) atas subyek pembicaraan

3. Kita akan melakukan konfirmasi antara apa yang kita rasakan selama ini dengan apa yang kita dengar saat itu, jika kita merasa orang tersebut menyebalkan dan pembicaraannya tentang dirinya jg tidak mengenakkan jadi cocok ! dia memang menyebalkan, begitu jg sebaliknya.

Nah, yang terjadi malam kemarin…

Kami, secara individu dan didalam hati sepertinya sepakat untuk tidak melakukan 3 poin diatas.

Susah ? Sekali !

Bayangkan, kami mendengar informasi mengenai individu yang kami sering dengar bahwa ia menyebalkan dan kadangkala ia memang melakukan tindakan menyebalkan dihadapan kami.

Sepertinya kami sepakat bahwa kami tetap tidak dapat membicarakan opini negatif kami kepada sekelompok orang yang kami kenal. Yang terjadi adalah :

1. Kami benar-benar hanya mengutarakan kronologis cerita tanpa menambahi dengan opini subyektif kami sendiri

2. Tanpa ada seorang pun yang menghakimi sifat dan karakter sosok yang kami bicarakan, alih-alih kami malah membicarakan keberaniannya mengambil keputusan untuk keluar dari zona nyaman yang membuat dirinya memiliki karir cemerlang didepan media.

3. Rasanya sangat menyenangkan membicarakan kehebatan dan sisi positif orang lain meskipun ia memiliki karakter yang kadang membuat orang lain merasa sakit hati (termasuk saya).

Rasanya loh,

Awalnya seperti dapat makanan dari oven yang panas, enak, lezat… tapi kami tahu itu akan menambah kalori, nutrisinya tidak bagus dan sebagainya.

Tapi pengen….laperrrrrr…

terus akhirnya kami makan, kami senang, kami tdak membicarakan kalori dan sebagainya tetapi kami mensyukuri bahwa makanannya emang enak, lezat (meski bikin sesek celana jeans), no regret !!

So,

The bottomline is… It felt so damn good that we can speak a good things about someone else !

Jika kita berbicara “Ia memang menyebalkan, aduhhh jengkel deh sama dia, soalnya dia itu begini, begitu bla bla” maka perasaan kelompok yang tercipta : Bad Feelings

Jika kita berbicara “Ia memang menyebalkan tetapi yah aku sama dia memang berbeda karakter, bagiku dia memang menyebalkan tetapi dilain waktu aku bisa jadi menyebalkan untukknya, tetapi ia mau menerima saran, sangat pemberani dan pintar, aku kagum juga sih sama dia!” maka perasaan kelompok yang tercipta : Good Feelings

Jika kita berbicara bahwa teman kita “good”, maka kita akan merasa “good” dan perasaan yang tercipta “damn GOOD !!” Do Good – Feel Good and the friendship will be GOOD !! :-) Happy go Lucky !!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s