‘Be Sekar’

Judul diatas sangat sederhana tetapi saya membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk memahami apa artinya…

Saat masih kecil, seringkali kita mendengar ungkapan “be yourself”. Simple sekali, tetapi saya baru benar-benar memahaminya tahun ini.

Saya adalah sosok yang senang sekali berada dirumah. Jika ada gelar doktor untuk bermalas-malasan saat dirumah, sayalah juaranya. Seperti salah satu ungkapan dari Italia “il bel far niente”, the beauty of doing nothing, saya sedang berusaha memahami arti kalimat tersebut. Bagi saya, tidak melakukan apa-apa adalah salah satu kenikmatan tersendiri dan saya sangat menghargai waktu saya dimana saya bisa bermalas-malasan. Saya bisa dalam keadaan hening dan bisa merasa tenang dengan keadaan disekitar saya, rasanya nyaman sekali.

Sesibuk apapun saya, pertama kali yang terlintas dalam pikiran saya jika saya ingin istirahat adalah dirumah, tenang.

Pernah beberapa kali teman baik saya berkata ‘sesekali lah kamu itu keluar rumah’.

Ya tentu saja, kadangkala saya meluangkan waktu untuk bertemu dengan teman-teman, sekedar untuk bertukar kabar… tetapi itu tidak saya lakukan setiap saat.

Sewaktu saya masih sendiri, “single”, tentu saja saya sering melakukan kegiatan diluar rumah namun tujuannya berbeda karena saya sendiri dan saya tidak ingin kesepian. Tetapi pada dasarnya saya memang orang rumahan.

Ada saat-saat saya merasa bahwa hobi saya untuk berada dirumah adalah kegiatan yang membosankan dan saya ingin menjadi seperti beberapa teman saya yang terlihat aktif dan terlihat memiliki banyak foto di facebook dengan berbagai kegiatan aktifitas menjalin relasi.

Beberapa kali saya mencoba tetapi saya tidak merasakan adanya kenikmatan sejati saat melakukannya. Tetapi begitu saya berada dirumah, rasanya ada energi kenyamanan tingkat tinggi yang menjalar ditubuh saya. Adem rasanya.

Ini masih seputar hobi ngadem dirumah.

Beberapa kali saya juga mencoba untuk menjadi Sekar yang lebih artistik, belajar melukis.

Saya membeli peralatan melukis, berlatih melukis dan menghasilkan beberapa lukisan yang baik (menurut saya). Toh, tetap saja, saya tidak merasakan bahwa itu Saya !

Ini masih seputar keinginan saya menjadi artistik yang nyata-nyata mental karena bukan gairah saya.

Lalu, saya mencoba untuk menyukai dunia memasak…

Yah, saya bisa memasak… yah, saya merasa senang saat memasak tetapi the first thing that come in my mind jika ingin merasa nyaman bukanlah memasak… tapi diam saja… tenang… jika sudah tenang lalu membaca buku dan menulis. Jadi, mental juga menambah kegiatan memasak menjadi salah satu “be Sekar”.

Sepertinya, “be yourself” sejatinya tidak hanya dimaknai secara logika tetapi juga secara emosional dimana kita harus menjadi teman bagi diri kita sendiri dan merasa nyaman menjadi diri kita sendiri.

Salah satu klien saya adalah sosok yang senang membaca, tertutup dan bukan sosok yang aktif dan komunikatif. Tetapi ia merasa bahwa sosok yang komunikatif adalah sosok yang positif dan baik sehingga ia berusaha keras untuk menjadi sosok yang bukan dirinya. Akhirnya ia pun kelelahan dan malah tidak mengenal dirinya sendiri.

Seiring waktu, ia akhirnya menyayangi dirinya sendiri yang memang sosok pendengar yang baik dan lebih senang dirumah daripada jalan-jalan ke mall. Ia pun berubah menjadi sosok yang lebih menarik dan lebih percaya diri.

Makna “be yourself” sebenarnya sangat dalam karena tidak sekedar menerima diri kita sendiri tetapi memahami siapa ya diri kita ini, apa ya yang bisa membuat kita nyaman dan kita berani untuk menunjukkan kepada orang lain siapa diri kita….

Sekarang, setiap kali saya berada pada pilihan yang membingungkan…saya selalu berpegang pada “be Sekar”.

Pilihan yang saya ambil adalah pilihan yang mencerminkan diri saya. Toh, pada akhirnya saya juga yang menerima konsekuensinya, entah menyenangkan entah tidak. Jadi mengapa saya harus memilih hal yang bukan “sekar”.

Saya sekarang dengan nyaman dapat berkata bahwa saya memang tipe konseptor, senang berada dibelakang layar, tetapi sesekali bolehlah berada didepan layar. Saya senang belajar, saya sangat tertarik dengan diskusi tentang  alam dan interaksi manusia. Saya orang yang membosankan (saya tahu beberapa teman pasti akan protes jika saya bilang saya membosankan), saya berusaha menyukai wine dan beer tetapi saya tetap cinta mati dengan air putih, saya senang sesekali pergi clubbing tetapi oh NO, tidak setiap akhir pekan..  Saya sedang berlatih untuk tidak bergossip. Saya sangat senang olah raga lari. Saya mulai tidak makan daging merah.

Ya, bagi sebagian besar orang, saya orang yang membosankan tetapi saya berteman dengan diri saya sendiri. Jika bukan diri saya yang memulai untuk mencintai diri saya sendiri bagaimana orang lain bisa mencintai saya ? Jadi, saya selalu berusaha untuk “be Sekar” disetiap langkah yang saya ambil. Bagaimana denganmu ? Sudahkah ‘be yourself’ ?

Advertisements

2 thoughts on “‘Be Sekar’

  1. Fitriana says:

    Hai mbak Sekar. Salam kenal.
    Senangnya nemu blog ini setelah ikut Akber senin lalu. ~the melancholic girl~ 🙂
    Saya sendiri belum tahu sudah ‘be yourself’ atau belum. Tapi, saya selalu berusaha untuk melakukan apa yang saya senangi dan butuhkan. 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s